Thursday, May 26, 2016

Asal mula sosiologi

Ketika abad 19, beberapa kaum terpelajar dan ilmuwan mulai menyadari bahwa perlu untuk membahas dan mempelajari keadaan serta perubahan sosial secara khus dalam satu bentuk bidang pengetahuan. Ilmuwan tersebut berusaha untuk meletakkan kerangka dasar teori sosial yang diambil dari karakteristik hakiki masyarakat pada setiap tahapan peradapan budaya manusia. Agar terbangun sebuah teori yang baik, para ilmuwan tersebut mengkhususkan perhatian mereka pada peradapan manusia dari waktu ke waktu, dari dulu hingga sekarang.
Auguste Comre yang merupakan bapak sosiologi internasional, menuliskan sebuah kata “sosiologi” dalam bukunya yang berjudul Cours de Philosophie Positive atau filsafat positif.   Kata sosiologi dalam buku tersebut mengandung pengertian ilmu yang yang secara khusus melakukan pendekatan dan mempelajari tentang masyarakat. Pendekatan yang dipakai adalah metode ilmiah yang baku, dan sekaligus mematahkan pemikiran bahwa perubahan sosial tidak bisa diteliti.
Gagasan Comte memperoleh sambutan yang luar biasa dari ilmuwan lain, misalnya dari, Karl Marx, Herbert Spencer, Georg Simmel, Max Weber dan Emile Durkheim. Ilmuwan-ilmuwan tersebut mempunyai jasa besar dalam turut menyumbang pemikiran yang beragam tentang pendekatan dalam mempelajari masyarakat yang pada saat ini dan sangat permanfaat untuk mendukung perkembangan ilmu sosiologi.

Pada umumnya, pendekatan sosiologi pada abad 19 bersifat makro, bagi para ilmuwan sosiologi pada saat itu melakukan perkiraan perubahan masyarakat bisa diramalkan dengan melihat karakteristik masyarakat secara menyeluruh. Alasan utama pendekatan itu adalah karakteristik masyarakat bisa mempengaruhi tingkah laku anggotanya dan perubahan sosial yang akan terjadi di masa selanjutnya. 

Saturday, May 7, 2016

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran pokok lalah besaran yang satuannya telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan intemasional Menurut sistem Satuan Internasional (SI) maka ada tujuh besaran pokok yang diterapkan di seluruh dunia :
1. Satuan Panjang
Satuan panjang dalam Satuan Intemasional (SI) berlambang m (meter) Standar Internasional menggunakan ukuran 1 meter sama dengan I.650.763,63 x panjang gelombang cahaya berwama jingga dari atom krypton. Ukuran yang lebih panjang dan biasanya dipakai untuk jarak antara tempat yang satu dengan lainnya lalah kilometer (km). Adapun turunan satuan-satuan panjang lainnya lalah :
Macam-macam alat pengukur panjang di antaranya
a Mistar (meteran) - digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak begitu panjang.
b Roll meter - digunakan untuk mengukur jarak antar tempat (yang ukurannya panjang/jauh), misalnya untuk mengukur luas tanah, luas lapangan, sawah dan bangu- nan rumah
c Mikrometer - alat yang dipakai untuk mengukur tebal suatu benda
d Jangka sorong- digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam, bagian luar dan kedalaman tabung
2. Satuan Luas
Satuan luas lalah turunan dari satuan panjang yang diukur dalam satuan meter persegi (m2) Luas I m2 sama dengan luas bujursangkar yang panjang sisi-sisinya 1 meter Penurunan satuan persegi :
3. Satuan massa
Massa adalah sesuatu yang menyatakan jumlah zat yang terkandung dalam benda, diukur dengan satuan kilogram (kg). Dalam sistem Satuan Intemasional (SI) ditetapkan bahwa un- tuk 1 kilogram standar digunakan sebuah silinder sama dengan massa 1 liter air mumi pada suhu 40C Masa benda sering juga disebut berat benda.
Penurunan satuan massa :
4. Satuan waktu
Dalam SI (Sistem Internasional) satuan waktu dinyatakan dalam detik (dt) atau sekon. Satuan itu berdasarkan ukuran yang diperlukan atom Cesium untuk bergetar 9.192.631.770 kali. Pada jaman dahulu orang menciptakan alat ukur waktu dengan petunjuk bayangan matahari atau dengan jam pasir Kemudian berkembang lebih maju. Para ahli memanfaatkan getaran atom cesium 133, yang kemudian disebut jam atom dan dipakai sebagai ukuran standar. Sekarang kita menggunakan alat ukur waktu berupajam, arloji, stopwach dan seba- gainya
Penurunan satuan waktu :
5. Satuan Volume
Satuan volume lalah turunan dari satuan-satuan panjang yang diukur dalam satuan meter kubik (m3)
1 m3 sama dengan isi kubus yang memiliki rusuk-rusuk dengan panjang 1 m Penurunan satuan kubik :





Tuesday, May 3, 2016

Pengertian Besaran dan Satuan

Membandingkan suatu besaran dengan satuan disebut mengukur. Dalam kegiatan sehari-hari seringkali dilakukan pengukuran terhadap sesuatu, misalnya mengukur benda, mengukur panjang dan lebar suatu bangun, mengukur jarak perjalanan dan Iain sebagainya.
Besaran lalah sesuatu yang dapat diukur dan memiliki nilai yang dinyatakan dengan bilangan Contoh :
a. Jarak Surabaya - Pandaan 50 km
b. Berat buku 0,5 kg
c.. Banyaknya air 20 liter
d.. Lamanya pelajaran 2 jam, dan lain sebagainya
Bilangan 50; 0,5; 20; 2 adalah nilai besaran

Satuan lalah sesuatu yang digunakan untuk menyatakan nilai suatu besaran Biasanya dinyatakan dengan meter, milimeter, kilometer, gram, kilogram, jengkal. depa, liter, tong. cangkir. dan sebagainya Padajaman dahulu, orang menggunakan satuan panjang dengan menggunakan anggota tubuhnya misalnya 1 depa, (satu rentangan tangan), 1 jengkal (satu rentangan jari kelingking dan jari jempol), 1 langkah (satu rentangan kedua kaki), dan sebagainya
Contoh :
a. 10 kilometer
b. 1 meter
c. 10 liter
d. 50 kilogram
e. 23 depa
f. 2 jengkal
g 2 jam dan lain sebagainya.

Satuan yang tepat dan baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. satuan itu tetap, tidak mengalami perubahan oleh pengaruh apapun
2. satuan itu bersifat internasional, sehingga dapat dipakai dimana-mana

3. satuan itu mudah ditiru oleh setiap orang yang ingin menggunakannya

Friday, April 29, 2016

Pengertian Gaya Tak Sentuh

Gaya tak sentuh merupakan gaya yang mempengaruhi benda tanpa bersentuhan langsung dengan benda tersebut. Untuk jenis gaya ini sering kali kita tanpa sadar senantiasa melihat efeknya dalam kehidupan sehari- hari. Misalkan saat mangga jatuh dari pohon atau saat memainkan mag¬net untuk menarik logam-logam kecil. Pada peristiwa-peristiwa tersebut benda (buah dan logam) bergerak, namun tidak terlihat siapa atau apa yang menarik atau mendorongnya. Pada peristiwa mangga jatuh dikenal sebagai gaya gravitasi; dan peristiwa logam-logam kecil tertarik magnet disebut gaya magnet; di mana dalam memberikan gayanya mereka tidak memerlukan sentuhan dengan benda yang ingin mereka gerakkan. Beberapa contoh dari gaya tak sentuh adalah:

a. Gaya magnet
Gaya magnet adalah gaya yang ditimbulkan oleh magnet. Gaya magnet dapat digunakan untuk menarik jarum, paku, serbuk besi, dan benda-benda logam , lainnya. Jika sebuah penjepit kertas didekatkan pada magnet, maka penjepit kertas tersebut akan menempel pada magnet karena adanya gaya magnet.       

b. Gaya listrik
Gaya listrik adalah gaya yang ditimbulkan oleh benda yang bermuatan listrik untuk menarik atau menolak satu sama lain. Sebuah penggaris yang digosokkan pada rambut kering dapat menarik potongan kertas kecil. Hal itu disebabkan pada penggaris tersebut terdapat muatan listrik yang dapat menimbulkan gaya listrik.
 
c. Gaya gravitasi bumi

Gaya gravitasi adalah gaya yang dimiliki benda bermassa untuk saling tarik-menarik. Batu yang dilemparkan ke atas dan daun yang gugur akan jatuh ke bumi. Kedua peristiwa ini terjadi akibat adanya gaya gravitasi bumi. Bulan juga dapat menim- bulkan gaya gravitasi yang berpengaruh pada pasang surut air laut. Semakin jauh dari bumi, gaya gravitasi bumi semakin kecil. Gaya gravitasi bumi di daerah kutub lebih besar daripada gaya gravitasi bumi di daerah katulistiwa.

Pengertian Gaya Sentuh

Gaya sentuh adalah gaya yang bekerja pada suatu benda dengan melalui sentuhan pada permukaan benda tersebut. Beberapa contoh gaya sentuh antara lain: gaya otot, gaya pegas, gaya mekanik, dan gaya gesek. Gaya jenis ini termasuk paling sering kita temui secara sadar dalam kehidupan sehari-hari, seperti peristiwa pedagang mendorong gerobak, anak menendang bola, bermain tarik tambang, dan lain sebagainya.
 
a. Gaya pegas
Gaya pegas adalah gaya yang ditimbulkan oleh benda yang memiliki sifat lentur atau karet, misalnya karet atau pegas yang direntangkan
. Anak panah yang terlepas dari busurnya dapat melesat jauh karena adanya gaya pegas.


b. Gaya otot
Gaya otot adalah gaya yang dihasilkan oleh otot manusia atau hewan untuk mendorong, menarik, mengangkat, atau melakukan pekerjaan lain. Contoh pekerjaan yang menggunakan gaya otot dalam kehidupan adalah mengangkat batu, mendorong meja, dan menimba air. Pada saat kita mendorong meja, kita harus menyentuh meja itu untuk memberikan gaya kepada meja. Demikian pula jika kita melemparkan batu dengan menggunakan ketapel, maka kita juga menggunakan gaya otot. Seorang anak yang mengayuh sepeda dan pemain basket yang melempar bola basket juga menggunakan gaya otot.

c. Gaya mesin
Gaya mesin adalah gaya yan
g dihasilkan oleh mesin; atau gaya yang dimiliki oleh mesin-mesin untuk me- lakukan berbagai pekerjaan. Contohnya memindahkan batu ke dalam truk dan menggiling padi. Sepeda motor, mobil, dan kapal dapat bergerak dengan mengguna¬kan gaya mesin.

d. Gaya gesek
Gaya gesek adalah gaya yang dihasilkan oleh suatu permukaan kasar untuk melawan gaya yang menggerakkan suatu benda pada permukaan tersebut.

Akibat adanya gaya gesekan, maka sebuah kelereng yang sedang bergerak dapat berhenti, kita dapat berjalan, dan mobil yang melaju dapat dihentikan.

Pengertian Gaya

Pada setiap kegiatan kita selalu melakukan gaya. Seperti mendorong mobil, menggunakan lift untuk berpindah ke lantai atas, mendorong pintu sehingga terbuka, menarik sebuah pita karet, mengangkat sebuah buku, menekan segumpal tanah liat, dan masih banyak contoh kegiatan lainnya.
Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan yang diberikan pada sebuah benda. Kadang-kadang, akibat suatu gaya tampak demikian jelas, seperti saat sebuah mobil melaju dan menabrak sebatang pohon.
Akan tetapi, akibat suatu gaya tidak tampak jelas, misalnya gaya dari lantai yang bekerja pada kaki. Gaya dapat ditunjukkan dengan tindakan-tindakan seperti mendorong, menarik, merenggangkan, membengkokkan, dan menjatuhkan bola.

Pengertian
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada suatu benda.

Satuan gaya dalam sistem SI (sistem internasional) adalah newton, satu newton adalah gaya yang memberikan percepatan 1 m/s2 kepada massa 1 kilogram.

1 N = 1 kg m/s2

Satu dyne adalah gaya yang memberikan percepatan 1 cm/s2 kepada massa 1 gram. Hubungan 1 N dengan 1 dyne dapat dinyatakan sebagai:
1 N                         = 1 kg m/s2
= (103 g)(102 cm)/s2
= 105 g cm/s2
= 105 dyne
Jadi, 1 N               = 105 dyne

Satuan gaya yang dipakai sehari-hari adalah kilogram-gaya (kgf) dan gram-gaya (gf).
1 kgf = 9,8 newton —» dibulatkan menjadi 10 N
1 gf = 980 dyne —» dibulatkan menjadi 1.000 dyne


Pengukuran gaya dapat dilakukan dengan menggunakan dinamometer atau neraca pegas. Besar gaya yang ditimbulkan dapat dilihat pada skala dinamometer tersebut.

Wednesday, April 27, 2016

Unsur-Unsur Lingkaran dan Bagian-Bagiannya

Suatu lingkaran dapat digambar jika diketahui titik pusat dan panjang jari-jarinya. Selanjutnya akan kita pelajari unsur- unsur lingkaran, yaitu sebagai berikut.

1. Panjang lingkaran disebut keliling lingkaran. Perhatikan gambar di samping. Titik A adalah titik pada lingkaran. Banyak titik pada lingkaran adalah tak berhingga.

2. Garis yang menghubungkan titik pusat dan sebuah titik pada keliling lingkaran disebut jari- jari lingkaran. Kadang-kadang juga disebut radius. Setiap jari-jari pada sebuah lingkaran panjangnya selalu sama. Pada gambar di samping, AO adalah jari-jari lingkaran.

3. Garis yang menghubungkan dua titik pada lingkaran disebut tali busur. Pada gambar di samping tampak tali busur AB, MN, dan PQ. Tali busur yang melalui titik pusat lingkaran disebut garis tengah atau diameter. PQ adalah diameter lingkaran. Titik P dan Q disebut titik yang berhadapan diametral.

4. Sebagian dari keliling lingkaran disebut busur lingkaran. Pada gambar di samping tampak busur AB kecil dan AB besar. Dalam suatu lingkaran terdapat tak berhingga busur lingkaran.

5. Suatu bidang yang dibatasi oleh dua jari-jari dan busur disebut juring. Daerah yang diarsir pada gambar di samping disebut juring OAB. Pada suatu lingkaran terdapat tak berhingga juring.

6. Suatu bidang yang dibatasi oleh busur dan tali busur disebut tembereng. Daerah yang diarsir pada gambar disebut tembereng AB. Pada suatu lingkaran terdapat tak berhingga tembereng.



7. Sudut yang dibentuk oleh dua buah jari-jari disebut sudut pusat. Pada gambar di samping tampak sudut pusat, yaitu sudut POQ. Pada suatu lingkaran terdapat tak berhingga sudut pusat.

Tuesday, October 14, 2014

pemerataan penduduk dan pemerataan pembangunan di Indonesia

Sebelum kita membahas hubungan pemerataan penduduk dengan pemerataan pembangunan di Indonesia, mari kita lihat fakta dulu apa yang terjadi di Indonesia :

1. Pulau Jawa yang hanya luasnya 6% dari seluruh luas wilayah Indonesia, tetapi mempunyai jumlah penduduk yang mencapai 60% dari seluruh jumlah penduduk. Fakta ini menunjukan adanya ketimpangan pada jumlah populasi penduduk, sementara jumlah penduduk di luar jawa masih sedikit.
2.  Pendapatan perkapita di DKI Jakarta mencapai Rp. 115.000.000,- per tahun. sedangkan jika dibandingkan dengan  wilayah Maluku yang pendapatan perkapitanya hanya Rp. 7.500.000,- per tahun. Ini jelas ada perbedaan pendapatan yang sangat jauh antara Jakarta dan Maluku.
3. Investasi masih didominasi di pulau Jawa  sebanyak 70% sedangkan di luar pulau Jawa hanya menerima sisa, sungguh ketimpangan yang masih terasa. 

Dari fakta di atas tentunya kita merasa bahwa pembangunan di Indonesia masih belum berjalan dengan baik, karena adanya ketidakmerataan penduduk dan kesejhateraan.

Hubungan pemerataan penduduk memang sangat berkaitan dengan pemerataan pembangunan. Dari fakta di atas pulau Jawa yang mempunyai penduduk paling besar bisa menikmati hasil-hasil pembangunan lebih banyak dari pada di pulau-pulau yang lain. Maka dari itu perlu usaha sebagai berikut :

1. Perlu ada pemindahan penduduk (transmigrasi) agar penduduk di luar Jawa bisa bertambah dan turut serta dalam pembangunan di pulau-pulau tersebut.

2. Dengan adanya transmigrasi akan terjadi tukar pengetahuan dan alih teknologi antara penduduk pulau Jawa dengan penduduk di luar pulau Jawa yang nanti muncul usaha bersama untuk membangun daerah tersebut.

3. Pemerataan penduduk juga bisa membantu terhadap pemerataan tanaga kerja yang bisa bekerja di sektor industri. Diharapkan investasi bisa bertambah di luar Jawa karena tenaga kerja sudah berpindah ke pulau-pulau tersebut.

4. Dengan menyebarnya penduduk maka menyebar juga para ahli dan kaum intelek yang bisa turut membantu pemerataan pembangunan. Program yang bisa dilakukan misalnya : pengiriman guru dan dokter pada daerah terpencil.

Maka dari itu semakin merata jumlah penduduk maka bisa meningkatkan pemerataan pembangunan di Indonesia. 


Monday, October 13, 2014

faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi

Migrasi atau perpindahan penduduk sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Migrasi tersebut sebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

1. Lahan tanah yang semakin sedikit
Seamakin banyaknya penduduk menyebabkan lahan untuk pemukiman dan pertanian semakin sempit. Sedangkan kebutuhan lahan tanah semakin besar. Jika kepadatan penduduk itu terus bertambah maka akan muncul pemukiman  yang sangat padat, kumuh dan tidak sehat. Selain itu lahan pertanian yang semakin berkurang, diperlukan untuk membuka lahan baru. Sehingga perlu adanya migrasi untuk mengurangi kepadatan penduduk dan membuka lahan pertanian baru.

2. Bencana alam
Daerah yang dekat dengan gunu
ng berapi sangat rentang terhadap terjadi bencana yang membawa korban jiwa. Migrasi diperlukan untuk memindah penduduk ke tempat yang lebih aman sehingga jumlah korban bencana bisa dikurangi. Selain itu daerah dekat pantai yang berpotensi terjadinya tsunami juga perlu penduduknya melakukan migrasi ke tempat yang agak jauh dari pantai agar jika terjadi tsunami bisa cepat menyelematkan diri.

3. Pertentangan dan konflik
Terjadinya peperangan dan konflik antar negara atau eknis bisa menyebabkan orang melakukan migrasi dengan meminta suaka ke negara lain. Hal ini dilakukan karena niatan untuk mendapatkan tempat aman dan untuk menyelamatkan diri dari perang. Tapi biasanya migrasi ini bersifat sementara, pada saat perang mereka mengungsi tetapi ketika terjadi perdamaian mereka akan kembali lagi ke tempat tinggalnya lagi.

4. Kondisi alam
Terjadinya kekeringan sering menyebabkan orang berpindah ke tempat yang lebih subur dan banyak air. Selain itu kondisi alam yang berbukit-bukit menyebabkan orang sulit melakukan aktifitas kehidupannya. Maka mereka pindah ke dataran rendah karena dataran rendah terdapat fasilitas jalan dan lainnya, sehingga mudah untuk melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari.

5. Faktor ekonomi dan pendapatan
Orang melakukan migrasi karena ini meningkatkan pendapatnya, diharapkan dengan pindah ke daerah lain bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga bisa meningkatkan penghasilnya. Biasanya migrasi ini banyak dilakukan penduduk desa yang berpindah ke kota. 

6. Faktor pendidikan
Lembaga pendidikan tinggi yang hanya ada di kota-kota besar atau daerah tertentu, membuat sebagian orang memilih berpindah untuk tinggal dan belajar di daerah tersebut. Contohnya Yogjakarta yang banyak terdapat universitas dan sekolah tinggi, sehingga di sana terdapat banyak mahasiswa yang berasal dari luar daerah.

Sunday, October 12, 2014

Dampak positif dan negatif urbanisasi bagi desa dan kota

Pengertian urbanisasi adalah perpindahan penduduk desa ke kota. Urbanisasi banyak didorong karena maslah ekonomi. Penduduk desa tertarik hidup di kota karena ada banyak lowongan kerja dan fasilitas lebih bagus. Padahal di kota tidak sebagus apa yang ada di angan-angan. Kehidupan di kota penuh dengan persaingan dan sulit ditaklukan. Tetapi sebenarnya ada dampak negatif dan positif bagi desa dan kota dengan adanya urbanisasi ini.

Dampak Positif 

1. Bagi Kota
a. Kota mendapatkan tanaga kerja yang melimpah karena banyak penduduk desa yang ke kota. Tenaga kerja tersebut biasanya gajinya murah dan bisa bekarja secara fisik.
b.  Penduduk kota yang banyak menyebabkan terjadinya perdagangan yang besar. Hal ini disebabkan karena penduduk itu merupakan potensi konsumen yang baik untuk memasarkan produk-produk hasil produksi, makanya di kota banyak kita temui mal atau supermarket.
c. Pembangunan kota menjadi lebih cepat karena dukungan sumber daya manusia yang melimpah pada semua sektor kehidupan.
d. Munculnya banyak sekolah dan perguruan tinggi yang berkualitas. Karena persaingan yang begitu ketat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak maka banyak penduduk yang memilih lembaga pendidikan yang berkualitas.
e. Industri berkembang dengan baik. Hal ini dikarenakan banyak tenaga kerja dan banyaknya konsumen yang ada di kota.

2. Bagi Desa
a. Kesejahteraan penduduk desa meningkat, karena penduduk yang berhasil di kota akan mengirimkan uang ke desa.
b. Munculnya penduduk desa yang punya pendidikan tinggi, karena ada sebagian penduduk yang sekolah pada perguruan tinggi di kota.
c. Adanya alih teknologi. Penduduk desa yang di  kota akan memberikan pengetahuannya kepada penduduk desa tentang teknologi yang suda berkembang di kota.
d. Adanya perhatian dari pemerintah untuk membangun desa supaya pemerintah bisa sukses untuk menghambat laju urbanisasi.
e. Adanya industri kecil dan keluarga yang berkembang di desa, karena penduduk kota yang kembali ke desa akan membuat industri skala kecil di desa, dimana pengetahuan kerajinan itu dia dapatkan sebelumnya di kota.

Dampak Negatif

1. Bagi kota  
a. Banyaknya pengangguran yang ada di kota, karena penduduk desa yang berurbanisasi mempunyai kualitas yang rendah. Sehingga tidak mampu bersaing di kota.
b. Munculnya tidak kriminal. Ini adalah ekses negatif dari pengangguran, sehingga banyak orang yang gelap mata untuk melakukan tindak yang tidak terpuji untuk memenuhi kebutuhannya.
c. Pemukiman kumuh yang semakin banyak dibangun di bantaran sungai sehingga menimbulkan banjir dan rendahnya mutu kesehatan.
d. Kemiskinan yang meningkat drastis di kota karena banyak orang yang tidak mendapat pekerjaan.
e. Kota semakin padat dan jalanan menjadi sangat macet. Sehingga mobilisasi penduduk kota menjadi terganggu. 

2. Bagi desa
a. Desa menjadi sepi dan kekurangan tenaga kerja karena penduduknya pindah ke kota.
b. Pembangunan desa menjadi terhambat karena kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas.
c. Banyaknya fasilitas dan potensi desa yang terbengkalai, misalnya aliran irigasi menjadi tidak berguna karena banyak sawah yang tanami, karena petaninya pindah ke kota.
d. Industri kecil dan industri rakyat menjadi tidak berkembang dengan baik.
e. Fasilitas pendidikan dan kesehatan juga tidak bisa berkembang karena keengganan guru dan dokter untuk bekerja di desa.

faktor penyebab penduduk melakukan transmigrasi

1. Persebaran penduduk tidak merata
Pulau Jawa merupakan pulau yang paling padat di dunia. Saat ini penduduk di pulau Jawa kurang lebih 160 juta jiwa. Transmigrasi dibutuhkan agar kepadatan penduduk di pulau Jawa bisa dikurangi dengan memindah sebagian penduduk ke Pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua. Diharapkan dipulau tujuan bisa ikut membangun daerha tersebut.

2. Alasan ekonomi
Sebagian besar transmigran mengikuti program ini karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak daripada sebelumnya. Dengan transmigrasi mereka mendapatkan tanah sebanyak 2 hektar dan tunjangan. Modal dari pemerintah tersebut bisa dijadikan lahan pertanian yang nantinya bisa meningkatkan pendapatan transmigran. Transmigrasi dengan alasan ini biasanya ditempatkan di pulau-pulau yang ada perkebunannya atau mempunyai potensi pertanian tertentu. Misalnya : pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera karena di sana banyak di jumpai perkebunan kelapa sawit dan karet.

3. Bencana alam
Jika suatu daerah dekat dengan gunung berapi yang sangat aktif maka transmigrasi diperlukan untuk memberikan tempat baru yang lebih aman dari tempat sebelumnya. Usaha ini juga untuk mengurangi jumlah korban jiwa jika terjadi bencana alam. Pulau Kalimantan merupakan tujuan yang tepat untuk transmigrasi karena di sana tidak ada gunung berapi dan relatif aman dari gempa bumi karena tidak dilewati lempeng bumi.

4. Adanya proyek pembangunan
Dulu ada desa yang bertransmigrasi karena ada proyek pembangunan bendungan. Seluruh warga desa pindah tan terkecuali. Nama program ini adalah transmigrasi bedol desa. Karena satu desa yang pindah maka tempat tujuannya juga buat lahan yang luas dijadikan satu desa di pulau yang lain. Pulau yang bisa dijadikan sebagai tujuan transmigasri jenis ini adalah Pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua.

Bagaimana cara mengatasi permasalahan akibat jumlah penduduk yang besar?

Penduduk Indonesia yang sudah mencapai 240 juta jiwa saat ini telah menjadi masalah yang sangat serius. Penduduk yang begitu besar telah menempatkan Indonesia menjadi 4 besar negara penduduk terbesar di Dunia di bawah China, India dan Amerika Serikat. Masalah yang sering terjadi dengan penduduk yang besar adalah :

1. Banyaknya jumlah pengangguran
Hal ini terjadi karena jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan angkatan kerja. Sehingga sebagian besar tenaga kerja tidak kebagian pekerjaan yang layak. Pengangguran bisa menjadi masalah yang besar karena menimbulkan banyak ekses negatif, terutama semakin sedikitnya pendapatan masyarakat yang memicu banyaknya tindak kriminal dan semakin meningkatnya kemiskinan.

2. Kebutuhan semakin meningkat
Negara harus bersiap menjaga ketahanan pangan karena jumlah penduduk yang terus meningkat. Menurut data BPS kebutuhan beras pada tahun 2014 sebanyak 34,4 juta ton beras. Pada tahun 2015 pasti terus meningkat lagi. Dengan meningkatnya kebutuhan itu maka pemerintah harus menimpor sebagaian kebutuhan. Padahal impor itu bisa mengurangi devisa dan pendapatan negara. 

3. Munculnya Ketidakmertaan Jumlah penduduk
Pada pulau Jawa terlalu banyak penduduk, sedangkan di pulau-pulau lain penduduknya sedikit. Di Jawa muncul banyak pemukiman-pemukiman kumuh dan padat. Sementara banyak daerah yang kekurangan tenaga kerja karena terlalu sedikitnya jumlah penduduk.

4. Adanya kesenjangan ekonomi yang lebar
Banyaknya jumlah penduduk tidak dibarengi dengan pemertaaan kesejahteraan. Sebagian besar penduduk hidup penuh kekurangan sementara hanya sebagian kecil yang menikmati kemakmuran yang berlebih. 

Cara yang tepat untuk memecahkan masalah dari penduduk yang besar adalah :

1. Memantapkan program KB
Dengan program KB diharapkan bisa menghambat laju pertambahan penduduk. Dengan slogan "2 anak lebih baik" bisa menjadi pendorong bagi setiap keluarga untuk membatasi kelahiran demi kepentingan nasional yang meningkatkan kesejahteraan penduduk secara keseluruhan.

2. Melaksanakan Program transmigrasi
Tujuan transmigrasi agar terjadi pemerataan jumlah penduduk di seluruh Indonesia. Program ini sangat baik dalam menyebarkan sumber daya manusia agar semua daerah bisa membangun dengan baik. 

3. Memperluas lapangan kerja
Usaha pemerintah untuk terus membuka lapangan kerja baru menjadi program yang wajib. Hal ini karena setiap tahun angkatan kerja baru terus bermunculan. Dengan semakin banyak yang bekerja diharapkan pengangguran bisa dikurangi dan kesejahteraan rakyat menjadi meningkat.

4. Harus ada pemerataan pembangunan
Pemerintah harus memperhatikan daerah-daerah yang masih tertinggal. Agar mereka bisa mendapat anggaran yang besar. Diharapakan dengan meningkatkan anggaran bisa membantu pembangunan di daerah-daerah tersebut. 

5. Peningkatan fasilitas kesehatan
Dengan fasilitas kesehatan yang memadai maka kesehatan masyarakat bisa meningkat. Selain itu fasilitas kesehatan yang baik akan membantu kesuksesan program keluarga berencana atau KB. Karena masyarakat jadi mudah untuk mendapat obat-obatan atau pelayanan KB lainnya.

6. Peningkatan mutu pendidikan
Pendidikan bisa meningkatkan mutu SDM sebuah negara. Penduduk yang berpendidikan bisa mengahsilkan produktifitas yang tinggi untuk pembangunan. Selain itu pendidikan bisa membuat rakyak lebih realistis dalam membangun sebuah keluarga. Mereka akan lebih ikut program KB karena kesadaran yang terbentuk dari pendidikan.  

Saturday, October 11, 2014

Akhir-akhir ini harga sayuran mengalami kenaikan yang signifikan, ditinjau dari sisi ilmu geografi.

Harga sayuran yang terus naik. Secara geografis bisa dijelaskan sebagai berikut.

Perbedaan harga itu terjadi karena adanya perbedaan tempat. Artinya suatu barang akan mempunyai nilai yang berbeda jika dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Misalnya : sayuran bisa mempunyai harga yang lebih tinggi jika dipindah dari desa sebagai tempat menanam ke kota sebagi tempat penjualan.

Jika sayuran semaki naik maka secara geografis karena :

1. Ada masalah terhadap perpindahan barang tersebut. Misalnya jalan atau jembatan rusak akan membuat distribusi sayur dari desa ke kota menjadi terganggu sehingga di kota sayuran menjadi langkah dan harganya menjadi lebih mahal.

2. Adanya perubahan iklim dan cuaca, Misalnya terjadi musim kemarau yang terlalu lama akan menyebabkan banyak petani sayuran yang gagal panen sehingga sayuran menjadi langka dan harganya juga akan meningkat.

3. Kurangnya fasilitas  tranportasi sehingga hasil produksi petani tidak dapat dipindahkan secara cepat ke pasar di kota. Apalagi sayuran adalah benda yang cepat rusak. Maka tranportasi bisa menjaga harga sayuran agar tetap normal,